Memasuki masa kampanye dan Pemilihan Umum 2024, kini berbagai atribut partai politik di Indonesia sudah mulai bermunculan. Tidak hanya banyaknya bendera partai yang dipasang di pinggir jalan, melainkan juga mulai banyaknya iklan politik di TV, saluran Youtube hingga konten-konten di media sosial. Maka tidak heran kini bendera dengan berbagai warna mulai mewarnai keseharian masyarakat khususnya di wilayah ibukota.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tiap partai politik tentunya memiliki simbol dan warna yang berbeda-beda. Selain agar mudah dikenali antar simpatisan, warna pada bendera partai juga memiliki karakteristik masing-masing partai. Penasaran dengan arti simbolis warna pada tiap bendera partai politik di Indonesia? Yuk, simak ulasannya sebagai berikut.

Warna merah

Warna merah memang cukup umum digunakan ke dalam berbagai atribut, baik itu per-partai-an ataupun atribut institusi lainnya. Hal ini lantaran warna merah termasuk warna yang dekat dengan karakteristik negara Indonesia dan menjadi salah satu komposisi warna pada bendera kita. Warna merah sendiri secara umum ditujukan untuk menunjukkan sikap tegas, bergelora dan berani melawan. Salah satu bendera atau atribut partai politik di Indonesia yang sudah lama menggunakan warna merah pada bendera partainya adalah partai PDI P. Warna dasar merah yang membara pada bendera partai dimaksudkan untuk memberi kesan berani dalam mengambil risiko yang berhubungan dengan memperjuangkan hak rakyat, keadilan dan kebenaran. Hal ini selaras juga dengan icon utama yakni banteng dengan tanduk mekar yang menunjukkan kekuatan.

Warna Biru

Termasuk warna primer yang sering digunakan pada tiap atribut, baik partai, institusi maupun brand bisnis. Warna biru secara umum menunjukkan kesan komunikatif, dapat dipercaya, profesional serta harmoni. Beberapa bendera partai yang memiliki unsur biru antara lain Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Perindo, dll. Partai politik yang terkenal menggunakan warna biru sebagai dasar warna partainya adalah Demokrat. Makna warna biru pada bendera partai berarti menunjukkan kesejukan yang penuh kedamaian, harmoni, tegas, percaya diri dan optimisme. Pada bendera partai NasDem, warna biru yang dipilih sedikit lebih gelap dibanding yang lain, selain itu, warna biru juga dikombinasikan dengan warna kuning kunyit. Jika digabungkan maka bendera NasDem memiliki makna kemerdekaan berpikir, penuh gagasan baru, berani dan percaya diri serta dekat dengan rakyat yang bergotong royong dan penuh harmoni.

Warna Kuning

Warna primer lainnya yang sering digunakan dalam tiap atribut partai, institusi dan lainnya adalah warna kuning. Secara umum warna kuning memiliki karakter yang optimis, ceria, menunjukkan kejernihan dalam berpikir serta diasosiasikan sebagai lambang kepintaran. Salah satu jenis warna yang mencolok, maka warna kuning sangat tepat dijadikan sebagai warna partai, karena tentu simpatisannya dapat mengenal satu sama lain meski dari kejauhan. Salah satu bendera partai yang khas memasukan warna kuning ke dalam atributnya adalah Partai Golkar atau Partai Golong Karya. Pada bendera partai Golkar, warna kuning bermakna kekaryaan yang diasosiasikan sebagai hasil kerja yang melimpah dan bermanfaat. Selain itu, warna kuning dalam bendera partainya juga merujuk pada lambang padi yang siap panen, yang berarti, partai Golkar dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Itu dia arti simbolis warna pada tiap atribut partai di Indonesia. Terdapat banyak lagi warna yang digunakan sebagai dasar warna partai, misalnya hijau, putih hingga oranye. Terpenting, warna yang pilih merupakan warna primer atau warna yang jelas, sehingga deskripsi warna pada tujuan partai menjadi berpadu dan dapat diterima dengan baik oleh calon pemilihnya.

Meski begitu, simbol hanyalah simbol, hal terpenting yang justru harus diperhatikan adalah bagaimana para parpol tersebut merealisasikan simbol warna tersebut pada kebijakan atau politik mereka. Ingat, pilihlah partai yang berintegritas dan dengan nyata memiliki sikap antikorupsi, demi kemajuan negara. Yuk, tambah informasi mengenai politik cerdas berintegritas dan sikap antikorupsi yang bisa ditemukan pada situs ACLC KPK.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *