Kamu sedang menjalani diet sehat? Nah, ngomong-ngomong soal diet, kamu pernah dengar tentang diet detoks? Diet ini diklaim bisa mengeluarkan racun dalam tubuh. diet detoks disebut-sebut mampu membersihkan darah sehingga racun di dalam tubuh pun hilang. Setelah racun tersebut keluar, maka tubuh jadi lebih sehat.

Tidak sedikit lho orang yang tertarik dengan konsep diet satu ini. Tapi, apakah benar diet detoks dapat mengeluarkan racun di dalam tubuh? Yuk, simak baik-baik penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Diet Detoks?

Diet detoks merupakan perubahan pola makan yang ditujukan untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Jenis diet satu ini mempunyai variasi durasi dan intensitas yang berbeda-beda. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), mengatakan diet detoks melibatkan beberapa proses, yaitu:

  • Asupan makanan dibatasi
  • Konsumsi jus atau minuman sejenis
  • Hanya mengonsumsi makanan tertentu
  • Konsumsi herbal atau suplemen tertentu
  • Menggunakan pencahar untuk membersihkan usus besar
  • Membatasi paparan lingkungan

Benarkah Terbukti Mengeluarkan Racun dari Tubuh?

Hingga kini riset diet detoks terhadap manusia masih kurang. Beberapa penelitian juga disebut mempunyai kekurangan yang signifikan. Bahkan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa diet detoks mampu menghilangkan racun dari tubuh.

Selain itu, menurut tinjauan atau review tahun 2015 menyimpulkan bahwa tidak ada studi yang membuktikan bahwa diet detoks mampu menghilangkan racun tubuh. Tinjauan lain pada tahun 2017 menyebutkan bahwa diet ini bisa membantu menurunkan berat badan karena konsumsi jumlah kalori yang sedikit. Namun, berat badan cenderung kembali naik begitu mereka tidak lagi melakukan diet detoks.

Tubuh Mampu Mengeluarkan Racun Sendiri

Tubuh memang memiliki kemampuan untuk membersihkan racun sendiri melalui keringat, urine, dan feses. Misalnya, hati melakukan metabolisme, jadi zat yang sebelumnya berbahaya bisa jadi lebih aman sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

Selain itu, racun tidak menumpuk di hati, ginjal, atau bagian tubuh lain sehingga diet detoks tak membuat racun keluar dari organ tubuh. Tubuh dapat mengeluarkan toksin atau racun tanpa bantuan diet detoks.

Diet Detoks untuk Menurunkan Berat Badan

diet detoks
Sumber foto: Google

Bukti ilmiah tentang diet detoks dapat menurunkan berat badan sangatlah sedikit. Beberapa orang mungkin dapat menurunkan berat badannya dengan cepat setelah mengikuti diet detoks.

Tetapi, efek ini mungkin akibat kehilangan cairan dan penyimpanan karbohidrat, dan bukanlah kehilangan lemak.

Jadi, kalau ingin mendapatkan berat badan ideal lebih baik terapkan diet sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi yang seimbang dan cukup, ya.

Meski sedang diet, kamu juga tetap diperbolehkan ngemil, asalkan pilih camilan sehat seperti kacang, biji-bijian, dan buah-buahan segar.

Berisiko Berbahaya bagi Kondisi Medis Tertentu

Diet detoks juga berisiko membahayakan bagi orang-orang yang mempunyai riwayat medis tertentu. Seperti pasien diabetes, karena konsumsi makanan dibatasi dengan sangat ketat dan justru menurunkan kadar gula darah jika mereka sedang mengonsumsi obat diabetes.

Kalau ingin mengubah kebiasaan makan tertentu, disarankan untuk melakukan pola hidup sehat dan berkonsultasi dengan dokter lebih dulu.

Diet seimbang memang penting untuk menjaga kesehatan dan sistem detoksifikasi alami tubuh. Namun tidak perlu melakukan diet detoks khusus karena belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa program ini bisa mengeluarkan racun di dalam tubuh.

Kamu ingin mengikuti diet sehat? Mulai sekarang yuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Sekarang, kamu bisa belanja aneka bahan untuk menu makan sehat dengan lebih praktis di sini.

Tinggalkan Komentar